Mari Mengenal KB Spiral / IUD

Salah satu program pemerintah yang diberlakukan bagi pasangan suami isteri ialah program keluarga berencana. Dengan semboyannya yang familiar yaitu, “Dua Anak Cukup”. Di era yang serba modern seperti sekarang ini, banyak wanita yang telah menikah menggunakan KB atau alat kontrasepsi terkait berbagai macam alasan, seperti karir dan pendidikan. KB menjadi alternatif yang dinilai tepat untuk seorang wanita yang ingin menunda kehamilan.

Selain pil KB, terdapat berbagai macam jenis alat kontrasepsi lain seperti, suntik KB, implan, patch, serta yang terbaru ialah KB Spiral / IUD (Intrauterine Device). IUD atau yang lebih dikenal dengan KB spiral merupakan salah satu jenis metode kontrasepsi baru dan cukup populer di Indonesia. Mengapa demikian? para ahli sepakat bahwa KB spiral membantu mengurangi resiko hamil yang cukup efektif dibanding jenis kontrasepsi yang lain.

Sebelum anda menggunakan KB spiral, mari sejenak mengenal apa itu KB spiral. KB spiral (IUD) merupakan sejenis alat kontrasepsi yang berbentuk huruf T berukuran kecil dan terbuat dari plastik. Alat ini dipasangkan pada rahim perempuan yang ingin menunda kehamilannya. Berdasarkan cara kerjanya, alat ini bekerja kedalam 2 jenis, yaitu IUD lapis tembaga dan IUD Hormonal. Yang membedakan antara keduanya ialah, IUD lapis tembaga mencegah proses kehamilan dengan menghalangi sel sperma masuk membuahi sel telur. Adapun IUD Hormonal memiliki perbedaan dengan IUD lapis tembaga berupa lapisan hormon progestin  yang berfungsi menjadikan cairan serviks jauh lebih kental sehingga menyulitkan sel sperma masuk kedalam rahim.

KB spiral dapat mencegah kehamilan kurang lebih 5 sampai 10 tahun sejak KB spiral dipasangkan. Perlu diketahui, alat kontrasepsi ini tidak perlu dilakukan pemasangan ulang atau di gonta – ganti seperti yang dilakukan pada suntik KB. Bahkan keakuratan alat ini dapat menegah 99% kehamilan pada perempuan. Sangat mustahil bila ditemukan wanita yang memakai KB spiral dapat kebobolan hamil.

Pemasangan KB spiral (IUD) hanya bisa dilakukan oleh dokter ahli, dengan membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk memasangnya. Proses pemasangan KB spiral terbilang tidak sakit, pasien akan diberikan obat pereda nyeri berupa suntikan antiseptik sebelum dokter memasangkan IUD kedalam vagina. Selanjutnya, dokter mulai membersihkan miss V anda kemudian memasukan alat spiral kedalam miss V anda, proses ini akan menyebabkan rasa mulas yang bersifat sementara. Setelah pemasangan selesai, dokter menganjurkan pasien untuk rutin kontrol dengan jangka waktu per 3 bulan sekali. Sebaiknya KB spiral dipasangkan bagi anda yang sudah pernah hamil. Pasalnya apabila dipasangkan kepada wanita yang belum pernah hamil, rasa sakit yang dirasakan jauh lebih nyeri dibandingkan dengan pemasangan pada wanita yang sudah pernah hamil.

Diketahui, Alat ini sangat jarang sekali bisa lepas atau copot. Jadi tentunya sangat aman untuk anda yang ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan. Adapun jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti lepas atau copot, ini terjadi karena proses pemasangan KB spiral yang tidak pas dalam miss v anda. Jika terjadi hal demikian, segera hubungi dokter untuk memeriksa kembali dan memastikan alat tersebut ditempatkan dengan benar pada mis v. Banyak para ibu muda memilih KB spiral dibandingkan suntik atau meminum pil KB. Dikarenakan kesibukan yang terkadang membuatnya lupa untuk kontrol ke dokter kandungan atau meminum pil KB. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *